Kapitoligarki Sebagai Kombinasi Mematikan antara Kapitalisme dan Oligarki
Ideologi kapitalisme pada awalnya berkembang untuk melawan sistem ekonomi tradisional. Pada saat itu perekonomian dan modal hanya berputar di kalangan keluarga kerajaan dan bangsawan. Kekayaan mereka diperoleh hanya karena faktor keturunan, Bukan karena kerja keras.
Kapitalisme dimulai pada abad ke 16 di Eropa, ini berawal dari semakin kompleksnya masyarakat di Eropa pada masa itu serta munculnya sistem perniagaan yang melahirkan masyarakat golongan pedagang besar (masyarakat biasa) yang memiliki modal untuk mengembangkan kekayaannya dengan berdagang secara bebas tanpa intervensi pemerintah.
Hal ini diperkuat dengan terjadinya revolusi industri di Inggris pada periode 1760-1840, melalui revolusi industri semua proses produksi barang menggunakan sistem mekanisasi mesin tenaga uap. Berkat sistem mekanisasi dengan mesin tenaga uap, manusia dapat memproduksi barang dengan jumlah yang melimpah sehingga dapat dijual dengan harga yang lebih terjangkau untuk semua kalangan. Sistem kapitalisme pun terus berkembang hingga hari ini di hampir seluruh negara di dunia.
Sayangnya, ideologi yang pada hakikatnya bermaksud untuk pemerataan kemakmuran melalui hak kepemilikan untuk semua golongan masyarakat, tetapi justru melahirkan kesenjangan di masyarakat yang kian semakin parah di kemudian hari. Sistem perekonomian kapitalisme justru hanya memberikan kesempatan untuk meraih kemakmuran kepada golongan pemilik modal saja.
Lalu apakah ada yang salah dengan sistem ini? Apakah seakan-akan hanya memperkaya pemilik modal?
Setiap sistem ekonomi tentunya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Namun, ada dua dampak buruk yang biasanya timbul dari sistem ekonomi ini. Pertama, para kapitalis biasanya menyuap elit pemerintahan supaya memuluskan kebijakan-kebijakan yang melindungi si kapitalis itu sendiri untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. Suara dari rakyat biasa hampir tidak terdengar dan hak-hak politik mereka hampir tidak ada. Hal Ini biasanya terjadi di negara yang dipimpin oleh institusi pemerintahan yang ekstraktif serta penegakan hukum yang lemah yang berujung pada oligarki.
Inilah yang dimaksud kapitalisme yang berjalan bersama oligarki. Oligarki adalah sistem pemerintahan yang dipegang oleh beberapa kelompok elit masyarakat yang mempunyai pengaruh yang besar karena faktor kekayaan, keturunan atau keluarga, dan koneksi politik. Pemerintahan yang bersifat oligarki sudah pasti dijalankan secara ekstraktif. Jika ada suatu negara yang menganut kapitalisme buta serta pemerintahannya dijalankan secara oligarki, hal ini akan menimbulkan bahaya yang sangat besar, dalam jangka panjang kesenjangan ekonomi tidak dapat terelakkan lagi. Pemilik modal akan terus bertambah kekayaannya dan pengaruhnya, sedangkan rakyat biasa yang mempunyai sedikit modal serta pengaruh politik yang kecil, maka akan terus hidup dalam jeratan kemiskinan. Inilah yang berbahaya saat kapitalisme dan oligarki dicampur jadi satu. Kapitalisme dapat mensejahterakan seluruh lapisan masyarakat saat suatu negara dijalankan dengan pemerintahan yang inklusif (pemerintahan yang bersih dari KKN dan demokratis) dan penegakan hukum (law enforcement) yang kuat, adil dan tegas untuk semua golongan.
Kedua, di negara kapitalisme buta pemerintah hampir absen sama sekali untuk kesejahteraan rakyat nya. Di dalam sistem ini, peran pemerintah dalam ekonomi sangatlah minim. Kesejahteraan rakyat lebih banyak menjadi tanggung jawab individu masing-masing. Di negara kapitalisme buta hampir tidak ada jaring pengaman untuk orang yang kurang mampu, jika pun ada pasti jumlah bantuannya sangat minim dan sulit diakses. Biaya kesehatan, biaya pendidikan, dan biaya hidup saat pensiun maupun saat tidak bekerja menjadi tanggung jawab individu. Hal ini menjadi sangatlah berbahaya jika kita hidup di negara kapitalis buta dengan pemerintahan yang oligarki ditambah biaya hidup yang terus meningkat, maka akan sulit bagi kita untuk hidup makmur serta keluar dari jeratan kemiskinan. Hal inilah yang membuat rakyat miskin menjadi tambah miskin.
Dapat ditarik kesimpulan, kapitalisme pada hakikatnya bukanlah sistem ekonomi yang membuat kemiskinan dan kesenjangan semakin merebak, melainkan kapitalisme yang dicampur oligarki lah yang menyebabkan semua ini. Untuk itulah penting bagi suatu negara agar memiliki institusi pemerintahan yang inklusif serta penegakan hukum yang baik agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati kue pertumbuhan ekonomi serta terciptanya iklim ekonomi dan politik yang setara. Kapitalisme harus disertakan dengan pemerintahan yang inklusif agar membawa kemakmuran bersama.
Pemerintah harus berperan secara maksimal untuk mensejahterakan rakyatnya. Pendidikan dan kesehatan haruslah semurah dan sebaik mungkin agar kualitas hidup rakyat semakin baik. Selain itu, pemerintah harus memberikan jaring pengaman yang memadai untuk pensiunan dan pengangguran, agar mereka tetap bisa hidup layak walaupun tidak bekerja. Dengan adanya jaring pengaman yang memadai, mereka tidak akan jatuh ke dalam kemiskinan walaupun hidup dibawah sistem kapitalisme turbo. Pemerintah bisa memberikan atau memfasilitasi pelatihan yang memadai untuk pekerja muda ataupun pengangguran agar bisa meningkatkan dan memperbaiki skill atau keahliannya, sehingga mereka dapat memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Dengan begitu, sistem ekonomi kapitalisme akan berjalan semestinya untuk kemakmuran ekonomi bersama asal didukung dan dijalankan dibawah pemerintahan yang inklusif, penegakan hukum yang baik, dan besarnya peran pemerintah dalam menyokong kesejahteraan rakyatnya. Dengan tercapainya keadaan diatas maka, seluruh rakyat di suatu negara dapat terlindungi dari lembah kemiskinan serta dapat hidup layak dan sejahtera walaupun hidup dibawah sistem ekonomi kapitalisme.
Referensi