Kebiasaan Menabung Orang Jerman yang Patut Ditiru
Sumber: dw.com
Keterangan: Model celengan yang bertuliskan slogan “Sparen Schafft Wohlstand” yang berarti Menabung Menciptakan Kemakmuran.
Orang-orang Jerman dikenal sebagai penabung yang cermat, mereka selalu menabung minimal 10% dari total pendapatan bulanannya secara konsisten. Kebiasaan menabung telah mendarah daging dari zaman keemasan Republik Weimar.
Mereka cenderung bersikap skeptis terhadap masa depan yang penuh dengan ketidakpastian, sehingga mereka lebih memilih menabung dan menunda kesenangan hari ini untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan.
Bagi mereka, kebiasaan menabung, menghindari hutang yang berlebihan, keseimbangan anggaran dan kecermatan adalah sesuatu yang wajib dilaksanakan dan harus dipertanggung-jawabkan secara moral sesuai ajaran Protestan mereka yang mengharuskan mengemat pengeluaran dan menunda kesenangan hari ini demi masa depan yang lebih baik. Menabung juga dianggap sebagai salah satu kontribusi untuk mengabdi kepada negara.
Bank pertama di Jerman yang bertujuan untuk mengumpulkan tabungan masyarakat didirikan pada 1778, pendirian bank tersebut terinspirasi dari gerakan pencerahan yang bertujuan untuk kemajuan sosial kemanusiaan.
Ketika Jerman bersatu menjadi Kekaisaran Jerman pada 1871, saat itu pembukaan bank-bank cukup menjamur sehingga jumlah tabungan semakin meningkat dan banyak pinjaman dialokasikan kepada pembangunan infrastruktur perekonomian seperti jalanan, kanal, sekolah, teater publik, dan taman rekreasi.
Pada 1918 hingga 1923, hiperinflasi melanda Jerman, banyak rakyat Jerman yang menjadi miskin karena tergerusnya nilai tabungan mereka akibat hiperinflasi. Peristiwa ini telah meninggalkan trauma yang cukup mendala hingga lintas generasi. Setelah peristiwa ini mereka justru semakin bertambah hati-hati dalam mengelola uangnya.
Pasca Perang Dunia Kedua, ekonomi mereka hancur akibat kerusakan perang. Komitmen rakyat Jerman untuk terus menabung dan menghemat pengeluaran adalah salah satu faktor kesuksesan mereka dalam percepatan kembali pembangunan ekonomi dan industri setelah Perang Dunia Kedua.
Pada 2015, tingkat tabungan rakyat Jerman secara ekuivalen berada di angka 9,96% dari total pendapatan mereka, sedangkan Inggris hanya berada di level 0,16%. Selama 2017, tabungan domestik bruto mereka berada di level 26,8%
dari PDB nya, sedangkan Yunani berada di level 10%. Tidak heran jika Yunani mengalami krisis hutang yang parah karena penduduknya tidak memiliki kebiasaan menabung dan negaranya banyak berhutang untuk sesuatu yang bersifat konsumtif.
Kebiasaan berhemat orang Jerman biasanya dijuluki sebagai the German Ways. Prinsip-prinsipnya yaitu:
- Bersifat minimalis dan sederhana.
- Membeli barang kebutuhan penting dengan harga promo.
- Jangan pernah membelanjakan uang anda melebihi penghasilan anda.
- Selalu sisihkan uang anda untuk keadaan darurat yang bisa terjadi kapan saja.
- Wajib menabung sebanyak 10% dari total gaji bulanan.
Oleh karena itu, pengelolaan keuangan ala orang Jerman tentu patut ditiru oleh siapapun. Pengelolaan keuangan yang bijak dan cermat haruslah dilaksanakan demi ketahanan ekonomi dan keuangan kita dari guncangan.
Penting bagi kita untuk selalu menabung dan menunda konsumsi agar kita tetap bisa bertahan dari kesulitan ekonomi yang dapat terjadi kapan saja di masa depan serta tidak dapat diprediksi.

No comments:
Post a Comment