Wednesday, 13 May 2020

Hal-hal yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Berinvestasi Emas (Baca ini sebelum membeli emas)



Emas dikenal sebagai investasi tradisional paling aman karena menjadi pilihan terakhir saat ekonomi menjadi tidak pasti. Instrumen ini lebih dikenal sebagai safe haven asset.

Sebelum membeli emas sebagai simpanan atau investasi kalian harus pahami bahwa emas itu BUKAN INVESTASI. Emas lebih cocok menjadi simpanan atau asuransi (Bukan investasi) dari kejatuhan nilai uang kertas (fiat currency) dalam jangka panjang. Kenapa? Berikut ini saya beberkan alasannya:

Pertama, Emas sebagai tabungan uang yang sebenarnya (as a Store of Wealth Value). Nilai emas akan terus stabil karena kelangkaan relatifnya terhadap uang kertas. Uang kertas bisa dicetak kapan saja, tetapi emas tidak. Dalam jangka panjang nilai daya beli uang kertas akan turun relatif dengan nilai emas. Oleh karena itu akan lebih bijak jika kita menabung dalam jangka panjang dalam bentuk emas. Pada 1971, saat perjanjian Bretton Woods ditinggalkan, nilai Dollar Amerika yang mulanya ditetapkan terhadap emas sekitar US$ 35 per ons emas (28,35 gr) menjadi US$ 43,48 (Menyusut 19,5%) dan terus menyusut hingga hari ini (Per Mei 2020 harga emas menyentuh US$ 1697,44 berarti nilai dolar telah menyusut kurang lebih 98% relatif terhadap emas sejak Perjanjian Bretton Woods ditinggalkan). Oleh karena itu, Emas hanya berperan sebagai simpanan jangka panjang untuk mempertahankan nilai kekayaan kita agar tidak turun tergerus inflasi atau sarana lindung nilai.

Kedua, Emas hanya berperan sebagai wealth preservation atau mempertahankan kekayaan. Emas diibaratkan sebuah mesin waktu yang akan membawa dan mempertahankan nilai kekayaan kita ke masa depan. Jadi seperti yang sudah dijelaskan, Emas bukan instrumen investasi, instrumen investasi akan menghasilkan capital gain ataupun bunga. Emas hanya berperan untuk mempertahankan nilai kekayaan yang telah anda miliki dari kejatuhan nilai mata uang (tidak meningkatkan kekayaan). Jika anda membeli emas, berarti anda sedang membawa kekayaan anda dengan mesin waktu ke masa depan. Jadi, yang menyusut adalah nilai uang kertas yang kita gunakan, sedangkan nilai emas pada hakikatnya tidak berubah dari masa ke masa. Tiga puluh tahunan yang lalu, nilai 10 gram emas dapat membeli setelan jas berkualitas, begitu juga hari ini, 10 gram emas juga tetap bisa membeli setelan jas berkualitas.

Ketiga, Emas bukanlah aset yang produktif. Aset produktif dapat menghasilkan bunga, dividen, atau sewa, seperti saham, surat utang, maupun properti. Emas tidak menghasilkan apapun, sehingga emas bukanlah investasi. Bandingkan jika anda membeli aset produktif seperti tanah pertanian atau saham perusahaan blue chip, anda akan mendapatkan capital gain serta hasil bumi atau dividen. Emas yang anda beli hari ini sampai kapanpun nilai kuantitasnya tidak berubah (gram atau kilogram).

Keempat, Yang terakhir sekedar informasi tambahan bahwa harga emas juga fluktuatif dan tidak selalu naik. Harga emas juga pernah terjun bebas pada 2011-2015 dari harga tertinggi US$ 1889,77 pada 2011 menjadi US$ 1060 pada akhir 2015 (menyusut 44%). Harga emas mengalami penurunan karena setelah resesi 2008, ekonomi Amerika Serikat membaik serta inflasi rendah. Sehingga investor mulai optimis dengan membeli aset kertas seperti biasa dan mulai meninggalkan emas, sehingga permintaan emas berkurang. Oleh karena itu, sebelum membeli emas kita harus jeli apakah harganya sedang rendah atau tinggi.

Itulah hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membeli emas. Jika anda ingin membangun kekayaan, emas bukanlah pilihan yang tepat. Emas tidak akan membuat anda kaya, tetapi hanya menjaga aset yang telah anda miliki dari kejatuhan nilai uang akibat inflasi atau penurunan daya beli, sehingga emas akan menyelamatkan anda dari kejatuhan ekonomi . Jangan anggap lagi emas sebagai investasi ya. 

Namun, bukan berarti kita tidak boleh membeli emas, patut diingat harga emas akan naik jika krisis ekonomi terjadi (resesi dan depresi) seperti yang melanda dunia saat ini (Pandemik Covid-19). Harga emas telah menanjak secara drastis sekitar 13% sejak akhir 2019. Kita dapat membeli emas saat ekonomi dunia sedang bagus-bagusnya, karena saat itulah harga emas cenderung menurun. Banyak perencana keuangan yang merekomendasikan untuk menyimpan 5-10% nilai aset kita dalam bentuk emas dan harus disimpan minimal selama 10 tahun atau bahkan hingga pensiun. Karena emas sama sekali bukan untuk simpanan jangka pendek.


NB: Artikel ini bukan bermaksud untuk berperan sebagai financial advice, namun diharapkan menjadi salah satu pertimbangan matang sebelum membeli atau menabung emas. Keputusan keuangan pada hakikatnya kembali kepada kebijaksanaam masing-masing.


Referensi:
https://www.google.com/amp/s/m.economictimes.com/wealth/invest/how-much-gold-should-you-have-in-your-investment-portfolio/amp_articleshow/63801455.cms

https://www.google.com/amp/s/www.seputarforex.com/amp/artikel/sejarah-emas-64193-32

https://www.thebalance.com/gold-price-history-3305646

https://www.thebalance.com/should-you-buy-gold-3140477

No comments:

Post a Comment