Pertarungan Sengit: Angkutan Online vs Angkutan Konvesional. Akhirnya, Siapa yang akan Menang?
Sumber: grid.id
Keterangan: Ganteng Ya Abang Ojolnya 😉
Dewasa ini, perkembangan teknologi terutama teknologi informasi sangatlah pesat sehingga tidak dapat dibendung lagi oleh kekuatan manapun.
Salah satu implikasi dari kemajuan teknologi yaitu berubahnya pola operasional perusahaan demi meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Salah satunya yaitu, kemunculan ojek online dan taksi online.
Tarif angkutan online ini sangat bersahabat dengan kantong masyarakat, apalagi mahasiswa. Belum cukup sampai disitu, angkutan online telah memecahkan masalah warga perkotaan yang krusial akan ketersediaan transportasi yang dapat diandalakan. Kapanpun dan dimanapun anda berada tinggal buka aja smartphone anda dan abang ojek online datang menjemput anda dan siap mengantarkan anda ke tujuan anda di manapun dan kapanpun. Hal ini tentu sangat membantu warga perkotaan yang mempunyai mobilitas yang tinggi. Apalagi kaum jomblo yang mau ketemuan sama gebetan atau calon pacar jadi lebih gampang deh 😁
Namun dibalik itu semua, membawa dampak negatif kepada pengusaha angkutan konvensional seperti supir angkot, dan tukang ojek pangkalan. Mereka mengeluh karena sebagian besar penumpangnya beralih ke angkutan online, sehingga pendapatan mereka menurun sangat drastis.
Masyarakat lebih memilih angkutan online karena selain sangat murah, aman serta handal, angkutan online juga menyediakan berbagai berbagai produk inovatif seperti gofood, gosend, gobox, goclean, dll. Wah, inovatif sekali ya model
bisnis mereka selain tarifnya murah, mereka juga menyediakan berbagai produk yang sangat membantu kehidupan warga perkotaan yang sangat sibuk. Gak heran deh perusahaan angkutan online jauh lebih kompetitif dan diminati oleh masyarakat perkotaan dibanding angkutan konvensional.
Sudah menjadi hal umum, banyak pengemudi angkutan konvensional yang sangat menentang keberadaan angkutan online, demo penuntutan agar pemerintah menutup usaha angkutan online terjadi di seantero negeri. Alhasil, pemerintah terpaksa akan membatasi gerakan angkutan online berupa peraturan yang membatasi dan penetapan harga minimal.
Lalu, apa hikmah dari semua ini? Peraturan pemerintah yang membatasi perusahaan angkutan online justru sangat konyol dan tidak bijak. Karena disaat hampir semua harga barang kebutuhan naik lalu ada perusahaan yang mampu menyediakan produk sangat murah, justru pemerintah harus mendukungnya dan memprioritaskannya. Apalagi ojek online telah banyak membantu kaum jomblo 😂
Jika tidak, maka pemerintah akan melawan prinsip ekonomi yang sangat krusial namun sayangnya tidak dipahami oleh kebanyakan orang. Yaitu "Sangat tidak bijak jika kita memproduksi barang dan jasa yang bisa diproduksi secara lebih efisien oleh pihak lain, karena itu sama saja membuang sumber daya secara mubazir dan sia-sia!". Oleh karena itu, produksi lebih baik kita serahkan kepada pihak yang mempunyai keunggulan kompetitif (Gojek, Grab, Uber), jika tidak, sekuat apapun pemerintah tetaplah tidak bisa melawan prinsip ekonomi diatas. Melanggengkan penggunaan sumber daya yang tidak efisien sama saja mencegah kemajuan ekonomi. Perekonomian tidaklah semata bertujuan hanya untuk memproduksi barang maupun menciptakan lapangan pekerjaan, melainkan juga bertujuan untuk menciptakan lapangan pekerjaan yang memaksimalkan produktivitas tenaga kerja dan penggunaan modal.
Jika tidak membangun daya saingnya atau memanfaatkan kemajuan teknologi maka secara gradual angkutan konvensional akan semakin terpinggirkan. Angkutan konvensional boleh tetap bisa bertahan namun hanya sekedar untuk bertahan hidup. Mereka tidak bisa berharap mendapat penghasilan yang layak jika masih beroperasi dengan cara lama. Bandingkan dengan angkutan online yang menggunakan teknologi yang meningkatkan efektivitas sehingga mereka mendapat penghasilan setara karyawan perkantoran, bahkan bisa lebih. Jika tetap tidak mau memanfaatkan kemajuan teknologi, maka akan lebih bijak jika para sopir angkot dan tukang ojek pangkalan untuk beralih profesi yang lebih prospektif atau bergabung dengan perusahaan angkutan online. Pada akhirnya angkutan online lah yang akan menang.

No comments:
Post a Comment