Pengantar
Pada artikel ini dan lima artikel berikutnya, penulis ingin menjelaskan apa yang sebenarnya menggerakkan perekonomian kita dan apakah penggerak itu akan terus mampu menggerakkan ekonomi kita? Penulis membagi pembahasan ini secara terpisah-pisah dalam 6 artikel agar bisa dijelaskan secara lebih komprehensif dan berurutan. Sebelumnya, mari kita pahami dulu apa itu surplus energi.
Surplus Energi Sebagai Kunci Awal
Selama ini yang kita ketahui bahwa yang menjadi kunci pembangunan ekonomi dan peradaban manusia adalah investasi modal ataupun inovasi. Namun ternyata, pembangunan ekonomi dan peradaban manusia dimulai dari adanya surplus energi.
Menurut Tim Morgan dalam bukunya Life After Growth bahwa Sistem Perekonomian secara fundamental yaitu sebuah sistem energi. Kita berasumsi bahwa energi hanya berkontribusi kecil dalam perekonomian. Padahal, energilah yang menjadi pusat penggerak ekonomi yang sesungguhnya.
Surplus energi adalah keadaan dimana output energi selalu lebih besar daripada hasil inputnya. Output energi inilah yang digunakan untuk menjalani roda perekonomian yang selanjutnya berperan untuk kesejahteraan manusia. Jika rasio energi surplus tinggi maka perekonomian akan makmur.
Pada awal sejarah umat manusia, surplus energi tidak ada. Pada masa itu, manusia masih berburu dan mengumpulkan makanan serta hidup secara nomaden. Energi yang mereka keluarkan keluarkan untuk berburu makanan sama dengan energi yang mereka dapatkan dari makanan hasil buruan.
Dikarenakan tidak ada surplus energi maka waktu dan tenaga mereka hanya habis untuk berburu makanan. Alhasil, tidak ada pembangunan peradaban, tidak ada waktu untuk liburan, tidak ada pembangunan ekonomi, dan tidak ada kelompok sosial tertentu.
Surplus energi pertama kali terjadi pada saat ditemukannya metode pertanian. Metode pertanian membuat hasil panen melimpah, sehingga manusia tidak perlu lagi mengerahkan energi dalam jumlah yang besar untuk menghasilkan makanan.
Ketergantungan pada berburu berkurang drastis, sehingga manusia mempunyai lebih banyak waktu untuk memproduksi barang-barang lain sebagai penunjang hidup.
Saat peradaban manusia yang semakin maju dan meningkatnya populasi, terjadi terobosan lagi yaitu penemuan mesin dan sumber energi baru berupa batu bara dan minyak bumi.
Penemuan tersebut telah menaikkan derajat umat manusia dan menghantarkan kita kepada tingkat kesejahteraan dan kekayaan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Semua intinya adalah produktivitas. Bagaimana kita dapat melakukan lebih sedikit dengan hasil yang lebih banyak.

No comments:
Post a Comment