Thursday, 17 September 2020

Bagian II: Memahami Rasio EROEI Sebagai Determinan Surplus Energi

Nilai Surplus Energi Masing-masing Jenis Sumber Energi (Semakin ke Kanan Semakin Tidak Efisien) 

Sumber: euanmearns.com 


Setelah kita memahami apa itu surplus energi, Sekarang kita mengenal lebih dekat lagi tentang Rasio EROEI, rasio inilah yang menentukan seberapa besar surplus energi yang terjadi. Agar kita mempunyai perspektif yang lebih luas kita anggap saja bahwa Rasio EROEI = Rasio Surplus Energi = Surplus Energi.

Selama ini para ekonom hanya sibuk membicarakan pertumbuhan ekonomi, jumlah PDB, jumlah utang negara, defisit neraca perdagangan, inflasi, stimulus maupun sisa cadangan minyak bumi. 

Padahal, yang menjadi akar masalah dari perekonomiam adalah perbedaan antara jumlah energi yang dihasilkan dengan energi yang dikonsumsi untuk menghasilkan energi. 

Hal inilah yang dimaksud sebagai Rasio EROEI (Energy Return on Energy Invested) Rasio inilah yang menjadi kunci dari pembangunan ekonomi dan penciptaan kekayaan ekonomi kita.

Mari kita pahami lebih dalam cara kerja rasio ini. Rasio EROEI disebut juga sebagai net energy. Jika rasio ini bernilai 100:1, Ini berarti jika kita mengirim satu unit energi sebagai input maka kita akan mendapatkan seratus unit energi sebagai output. Seratus unit lah yang disebut sebagai surplus energi yang akan menggerakkan perekonomian. 

Semakin tinggi nilai Rasio EROEI, maka semakin tinggi surplus energinya, maka semakin makmur perekonomian tersebut. 

Pada awal abad 20-an, Rasio EROEI bernilai tinggi, sehingga pada masa itu perekonomian dunia sangatlah berkembang pesat, dan dijuluki sebagai Heyday in the first half of the 20th century. 

Akankah nilai rasio ini tetap tinggi hingga ke generasi berikutnya?










No comments:

Post a Comment