Para ilmuwan terus berdebat apakah sumber daya alam tersebut akan habis seluruhnya suatu hari nanti? dan apakah pertumbuhan ekonomi akan berakhir setelahnya?
Bagaimanapun juga, kita tidak perlu khawatir berlebihan pada jatunya rasio energi surplus ini. Faktanya, kemajuan teknologi telah membuat ekonomi berjalan semakin produktif dan optimal.
Kemajuan teknologi telah memungkinkan kita untuk menggunakan lebih sedikit energi dan bahan material untuk memproduksi barang dan jasa. Alhasil, ekonomi akan tetap terus berjalan menyesuaikan diri dengan penurunan Rasio EROEI secara otomatis.
Sebagai contoh, pada zaman orang tua kita dulu, mereka banyak mengkonsumsi energi dan bahan-bahan material untuk memproduksi telepon, kamera, televisi, kalkulator, walkman, kaset, radio, dan komputer. Namun, hari ini di zaman kita, semua fungsi benda tersebut dapat digabungkan ke dalam satu alat saja, yaitu smartphone.
Semua fungsi alat-alat tersebut berada dalam satu genggaman. Bayangkan jika smartphone tidak ada. Berapa banyak energi dan bahan baku yang akan dikonsumsi untuk terus memproduksi semua alat elektronik itu hingga hari ini dengan surplus energi yang semakin menyusut?
Selain itu, Mobil produksi tahun 2010-an tentu jauh lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar dibanding mobil produksi tahun 1970-an. Pesawat Boeing seri 737 Max juga 20% lebih efisien dalam konsumsi bahan bakar dibanding seri 737 yang pertama kali diproduksi pada tahun 1967.
Kemajuan teknologi juga telah membuat bahan material tertentu yang dulu sangat dibutuhkan, menjadi tidak terlalu dibutuhkan lagi. Contohnya penggunaan tembaga untuk pembuatan kabel telepon. Mungkinkah minyak bumi akan menjadi tidak terlalu dibutuhkan lagi di masa depan?
Oleh karena itu, dampak penyusutan surplus energi tidak akan separah yang dibayangkan dan peradaban ekonomi kita akan tetap berjalan menyesuaikan kondisi yang terus berubah. Produktivitas kita pun juga akan terus meningkat menyesuaikan penurunan surplus energi.
Bagaimanapun juga para ilmuwan masih khawatir tentang menipisnya cadangan minyak dunia serta sumber daya mineral lainnya. Polusi yang dihasilkan dari kegiatan ekonomi kita juga membuat mereka khawatir akan kelestarian lingkungan.
Banyak ilmuwan dan institusi yang terus melakukan penelitian ilmiah untuk mencari energi alternatif lain. Ada juga yang menginginkan penggunaan tenaga angin ataupun sinar matahari karena dinilai lebih ramah lingkungan.
Terlepas dari itu semua, sebagai individu kita tetap bisa berperan penting. Kita harus mengencangkan ikat pinggang dan mengurangi pemborosan serta menggunakan barang dan jasa secara lebih bijak sesuai daya guna agar tidak mubazir.
Sebagai respon penurunan rasio surplus energi, tren gaya hidup minimalis juga semakin berkembang karena dinilai lebih murah dan ramah lingkungan. Mungkinkah tren hidup minimalis akan semakin berkembang di masa depan?

No comments:
Post a Comment