Jadi, seiring berjalannya waktu biaya investasi untuk menghasilkan bahan bakar akan semakin meningkat dengan jumlah output yang tetap atau tidak berubah.
Hal ini tentu memicu terjadinya penurunan produktivitas perekonomian yang mengakibatkan melesunya ekonomi secara bertahap. Tidak heran jika biaya hidup kita semakin meningkat dari tahun ke tahun serta melemahnya daya beli uang kita.
Penelitian menunjukkan bahwa rasio EROEI global terus menurun dari angka 100:1 pada 1930-an, lalu menurun lagi menjadi 18:1 pada 1990. Bahkan hingga hari ini nilai rasionya menjadi hanya 3:10?
Inilah mengapa biaya energi semakin mahal dari tahun ke tahun. Ini berarti akan semakin mahal biaya yang kita harus keluarkan untuk menggerakkan perekonomian, tentunya ini akan berefek pada kenaikan berbagai macam harga kebutuhan pokok dan biaya hidup.
Akibatnya, produktivitas perekonomian semakin menurun dan stagnasi ekonomi pun tak terhindarkan. Ada kemungkinan peradaban modern akan balik lagi ke zaman berburu lagi karena surplus energi yang semakin menyusut.
Lalu, mengapa surplus energi kita semakin menurun dari waktu ke waktu?

No comments:
Post a Comment